Tampilkan postingan dengan label GerakGerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GerakGerak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Final Exam

Standard

“masuk universitas itu mudah, keluarnya yang sulit”
Salah satu kalimat di cerita sore ini dengan adikku, sekarang saatnya mengerjakan Tugas Akhir Katanya, buat game edukatif untuk anak umur 5 sampai 8 tahun. Aku tau ini moment sakral buatnya, karna aku juga pernah mengalaminya, motivasi dan doa hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang, mau bantuin nyelesaiin TA-nya, percuma ga faham sama sekali cara buat Game, Cuma bisa bantuin ngitung penjumlahan +9 ato +8 untuk ribuan angka di software game yang dia buat,,,
Ingat setahun yang lalu di bulan ini juga, moment2 penting menghadapi Prof dan mengejar waktu Compre yang super duper mepet, jadwal compre yang tersisa hanya ada di minggu ke 4 juni dan juli,, aku ingat betul moment itu, saat skripsi tak di ACC untuk ikut ujian compre bulan juni, rasanya remuk,,,
“Prof, apa susahnya tinggal tanda tangan dan Acc, ngumamku dalam hati”. Ada aja yang kurang…
Dan pulang dengan rasa kecewa,,, rasanya mau banting2 yang bisa dibanting. Belum lagi orang rumah Tanya kabar perkembangan skripsi dan kapan bisa ujian,, hargg ,, saranya benar2,, Cuma bisa istigfar.
Kalaupun mau konsultasi dengan pakar yang ahli dengan dunia perSkipsian, tak banyak membantu, paling hanya bisa kasi masukan tentang tatacara penulisan, dan masukan di bab 1 dan 2…
Ya Ampun,, Skripsi macam apa yang aku kerjakan sekarang, kenapa sedikit sekali orang yang faham, marahku tak bisa kutahan sampai dikosan,
Semua Cuma bisa bilang “yang sabar Mbak”…
Cuma bisa Istigfar,,,
Di sudut sebelah kamarku, ternyata ada yang menangis pilu menangisi kisah Skripsinya,,, ya senasib denganku ceritanya,
Berdua hanya bisa saling memotivasi,,tanpa basa-basi untuk saling bantu dan support,
Ingat pertengahan juli saat itu, setelah semua rampung. seminggu lagi pendaftaran kompre di tutup.. moment dag dig dug, karna ini yang terakhir untuk semester ini. Dan skripsi tak kunjung di ACC,,, untuk senyum susah, hanya ada kata ngebut dan berdoa…
Pagi hari di pertengahan juli, kabar yang kuterima dari seoarang teman, “ga ada ujian kompre akhir bulan juli ini, karna masih uas”,,, What’s,,, rasanya puyeng setengah mati, spot jantung, rasa kesal, dan apa yang harus aku bilang ke ayah n mamak,,ya ampun,,, kabar ini tak membuatku tak nyaman,, dan ujian kompre di undur jadi awal agustus kata jurusan,,, Ya Rabbi
Kampus jadi tempat idola untuk beberapa bulan ini khususnya lantai 3 pasca sarjana, yaa ruangan Prof. Iwan tercinta. Hanya ada 2 kali jadwal hari senin dan kamis mulai jam 15.00…
Antrian konsultasi seperti antri beli tiket kereta mudik, bukan hanya program sarjana tapi pasca dan doctoral,,, aissh,, antrian ini tak bisa dipercepatkah? Berjam2 antri hanya bisa konsultasi maksimal 15 menit, kasihan yang ngantri di belakang….
Bagaimana nasibku ? gumamku menghitung hari penutupan ujian kompre,,,
Berdoa dan memotivasi diri untuk berfikir positif hanya itu yang bisa dilakukan sekarang.
Semua syarat kompre dah selesai,, tinggal tanda tangan gumamku dalam hati,, tapi kenapa selalu ada saja yang mengganggu rasa positifku,,, aissh,,
Kata si Boni, mbak emang skripsimu dah di acc,, kok kamu dah ngeprint2 persetujuan kompre dan syarat2nya,, jawabku Cuma buat jaga-jaga, karna ga ada waktu lagi boni..
Kata boni : abstraksi n dapusmu dah di priksa prof iwan, aku loh mbak dah 3 kali benerin abstarksi belum di acc juga,,,
Aku : heehhh !@$%^&* Astagfirulloh,,, Cuma bisa menghela nafas panjang,, (ya, aku kenal prof satu ini, begitu detail, begitu pintar, sampai2 dia tau mana kata2 yang kita tulis sendiri dan mana yang dikutip, jangankan kata2, titik lebih satu aja dia tau,,, perfecto pokoknya),,,
Saatnya giliranku,,, Cuma bisa berdoa dan pasang muka melas (konyol banget klu di ingat2)
Aku (memberanikan diri bilang) : prof, saya bisa ikut ujian bulan ini kah?
Prof : tergantung,, (yuhhh,,,skak mat dah)
Aku : pendaftarannya tinggal besok prof, dan ini ujian kompre yang terakhir smester ini?
Prof : (diam sejenak)… bisa,, tapi ini abstaksimu dan dapusnya masih salah, jadi saya g bisa tanda tangan,,,
Aku : (melas),,, kalau besok saya konsultasi bisa lagi Prof,, (muka sangat melas),,, prof bisa?
Prof : bisa, pagi yaa,,,
Aku : makasi Prof (Alhamdulillah)
Besoknya,,,
Aku : Prof,, udah saya perbaiki sekalian kasi segepok skripsi
Prof : *baca Skripsi pake gaya baca Koran*,, sebenarnya masih ada masalah dengan Skripsi kamu,, kenapa judulnya pake Kredit, kenapa ga pake Pembiayaan??kan kita ngomongin syariah,,
Aku : langsung pucat, salah judul #bubar deh bab 1 ampe bab 5# bunuh diri,, dan ini hari terakhir daftar kompre,, sambil menjelaskan bla,,bla,,bla,,, !@#$%^&*(
Prof : kamu perbaiki yaa,,, sambil menjelaskan apa yang diperbaiki detail…
Aku : ya pak, nanti sore Prof ada?
Prof : ada,, (dengan muka bingung)
Aku : saya selesaikan hari ini yaa pak,,jam 3 sore saya kesini lagi,,,
Prof : oke
Aku : langsung ngacir kosan, dengan rasa campur aduk ga karuan. Pingin nangis,, merubah ini dari bab 1,,ya Rabbi,, ga bisa mikir lagi,,
Ajeng : gmana fah ?
Aku : hiks,,,hiks,,, bla,,bla,,bla,, “dangdut bombay”
Menunjukkan jam 2,, dah rampung,,langsung minggat ke kampus, menemui dosen kesayangnku,,,
Aku : Prof sudah saya lengkapi semua
Prof : *masih belum yakin aku nyelesaiin itu setengah hari.. dia baca
Aku : Prof, saya bisa ikut ujian kan?
Prof : mana syarat2nya? *dan akhirnya di ACC,,,Alhamdulillah walaupun ada beberapa note yang mesti aku perbaiki.
Aku : Makasi Prof,, pingin Nangis,, (langsung ngacir ke jurusan)… Alhamdulillah
Saat2 pulang, ada moment mengharukan dan buat aku nangis Bombay lagi,,,dia sahabatku nungguin aku di depan pagar kosan, sengaja nungguin tuk nanyain kabar aku bisa ikut kompre ato enggak,,
Belum nyampe pagar, aku dah nangis Bombay,, Alhamdulillah aku bisa ikut ujian n lulus semester ini jeng, kataku sambil tak bisa nahan nangis,, dia peluk aku, dan bilang..ga nyangka setelah 2 tahun bisa juga nyelesaikan ini fah. Aku, anti bisa lulus semester ini… wah nangis Bombay di depan kosan,,
Insya Allah, sesulit apapun yang kita hadapi, kalau kita sungguh2,pasti ada pertolongan,
Cepat ato lambat kita ngerjain Skipsi ato TA itu pilihan kita sendiri, kita yang menentukan, ga ada yang ga mungkin…semua pasti ada hikmahnya, kalau kita mau menolong diri kita, insya Allah pasti Allah nolong kita.
Ujian Kompre juga Fine2 aja, malah terbilang cepat, tanpa tekanan dan dapat nilai A. Alhamdulillah
Revisi dikerjakan 1 hari, Alhamdulillah *karna 3 hari setelah ujian Kompre saatnya pulang ke Rumah, dah beli tiket pulang.mau ga mau diselesaikan dalam 1 hari, Alhamdulillah bisa,,,
So,, ga usah takut ngadapin Final Exam,, semua orang pernah merasakan dan tau rasanya gimana, tinggal kita aja yng mengelola semuanya,,kalau kita optimis pasti ada pertolongan Allah disana, kadang kita pesimis aja ada pertolongan,,
Mau usaha itu juga yg paling penting, ga usah takut dengan kata2 dosen killer lah,,pertanyaannya aneh2lah, ntar g bisa jawab gimanah,, buang jauh2 kata2 itu,karna Skipsi dan TA itu karyamu,,, seharusnya yg lebih tau pasti itu adalah kamu,,,karna itu buatanmu,,

So,, Bismillah aja,,dan tunjukkan Semangatmu ^^

Jakarta, 13 June 2013
Arfah

Senin, 18 Februari 2013

zzZona Nyaman

Standard

Di titik ini aku baru sadar, bahwa aku dalam zona nyaman yang membuatku tak bisa berkutik, seminggu rasanya seperti mayat hidup yang ga punya arti apa2, benarkaH zona nyaman yang membuatku seperti ini? Bertanya dalam hati, dan sedikit ragu dengan jawabanku,
Kulihat lagi agenda tahunan yang kubuat 2012 tahun lalu, kuhitung targetan yang terealisasi dan kuingat baik-baik apa yang kulakukan 1 tahun yang lalu dan tak berefek apa-apa sekarang,,,
Apa yang salah? Dan efeknya tak terasa sekarang,,,
Kata “Bangkit” dan “move” tak bisa memacuku lagi tuk bangkit dan pindah sekarang, kakiku malas untuk beranjak dari tempat ini,,, hey “kamu” ya kamu sambil melihat diriku di cermin… PERGILAH!!! Pindah dari tempat nyamanmu, dan cari hidupmu yang baru kataku,,,
Dan otakku beramaian berdiskusi dan membuatnya pecah dan bimbang, ramai seperti pasar dan aku harus memutuskan. “kalau begini, kalau begitu,,, nanti jadi gini, nanti jadi gtu” arggghhh…
aku Diam dan beranjak,
sudah kuputuskan untuk pergi,,,
Selamat Tinggal Zona Nyaman!!!

“tantanglah Hidupmu, jangan biarkan yang lain mengusikmu,,,”
Go Move on “BANGKIT!!!” >0<

Kamis, 31 Januari 2013

Jalan Lain

Standard
Setiap orangpun memberikan idenya sekarang karna kasus partai yang terjadi. Salah seorang al ukh mendatangiku dan bertanya, “gmana ini ukh, bagaimana pendapat anti tentang kasus yang melanda partai”. Posisiku bukanlah siapa-siapa yang bisa mengeluarkan statement tentang apa yang terjadi, bayan sudah di keluarkan, proses juga sedang di jalani dan mendoakan cara terbaik bagi kita yang jauh jaraknya dengan qiyadah kita.
Membuat statemen sendiri itu lebih menjerumuskanmu kepada hal-hal mendahulukan nafsu. Hujatan dan rasa kecewapun keluar, dan sungguh tak adil menurutku ketika qiyadah kita dalam kesusahan kita menghujat bahkan berfikir untuk mundur teratur dari dakwah ini. “bukankah kita satu tubuh?” bila bagian yang lain merasa sakit, sakit pula seluruh tubuh.
Hasil proses hukumpun belum selesai, kecaman dan statemen setiap orang datang silih berganti, bunyi sms di hp silih berganti masuk dan menanyakan “pertanyaan yang sama”. Boleh kritis tapi bukan menghakimi, ini realitas yang terjadi dan langsung di hadapannku. Ujar salah seorang kader “ana ga akan membela ustad, biarin aja. Knpa orang diatas itu selalu buat masalah dan g pernah memikirkan kader di bawahnya”… statement yang cukup menghujam jantung. Dan statement yang cukup emosional menurutku.
Kita harus objektif dengan kondisi sekarang, memang hal yang paling besar tantangannya sekarang adalah tentang opini masyarakat, setiap orang punya perbedaan cara berfikir. Dan bagi mereka ini adalah “catatan besar dan garis bawah yang tebal”. Tapi kalau kader saja panas dan tak bisa mendinginkan kepala dan hatinya bagaimana masyarakat di luar sana? Memposisikan diri berhadapan dengan masyarakat memang sulit, tapi sampaikanlah kondisi sebenarnya kepada masyarakat. Karna masyarakat tak bodoh, dan masyarakat percaya dengan media. Kerja dakwah itu tak mudah, bukan hitungan satu dua hari akan selesai dan tantangnnya bukan sekecil kita menyebrangi parit kecil. “hati-hati saja bisa terpeleset apalagi bila tak hati-hati”.
Boleh kritis tapi tak menghakimi, boleh bertanya tapi tak menjatuhkan. Memang banyak yang harus di evaluasi dan dibenahi. Masyarakat bisa menilai dan membandingkan, dan masyarakat tak buta dengan kesungguhan para kader mengajak pada kebaikan. Bukankah kita bekerja untuk Dakwah, untuk Allah?
Mengapa akhirnya menggantungkan semuanya kepada manusia yang penuh dengan alfa? Sekalipun ustad salah dan memang terbukti salah, tak ada niatan dalam hati untuk mundur dari jalan dakwah ini, “kami akan tetap bekerja” karna kami bekerja untuk Allah.
Allah-lah sebaik baik pembuat scenario, bila ini fitnah buka-kan-lah jalan untuk melewatinya, bila ini ujian dan musibah semoga kami bisa mengambil hikmahnya, bila ini peringatan, mungkin kami di ingatkan untuk mensucikan harta-harta kami dari hal-hal yang shubhat dan haram, agar tidak tercampur dengan kerja-kerja dakwah kami. Allah-lah yang lebih mengetahui apa yang terjadi. dan Allah-lah yang akan menampakkan yang hak itu adalah hak, yg batil adalah batil.
“doa kami di setiap sujudnya panjang kami, berikan lah kami pemimpin yang adil, pemimpin yang bijaksana, pemimpin yang mendahulukan Allah dan Rasulnya di bandingkan siapa dan apapun di dunia ini”… harapku, berhusnudzonlah dahulu,,, apapun bisa terjadi sekarang, yang tak ada bisa di ada-adakan sekrang… kalau dunia skrang gila, inilah dunia. Dunia tempat kita tinggal,di dunia yang penuh kegilaan.

tak ada  jalan lain , kami akan tetap bekerja dan berkarya. Insya Allah

“masih di jalan yang sama”
Arfah 01022013

Jumat, 30 November 2012

DAKWAH KONSTAN

Standard

Tak ada yang berubah sejak 6 tahun yang lalu,,, permasalahan yang di hadapi ya yang begitu-begitu saja. Jatuh dan terjebak dalam permasalahan yang sama. Tak ada yang berubah, kalua pun berubah hanya sedikit perubahan dan akan kembali lagi ke kondisi awal.
Aku pernah merasakan perubahan yang membuat ini menjadi dakwah konstan, “Ada, tak ada, tak berefek apa-apa” dan setelah itu menjadi benar-benar dakwah konstan.
6 tahun silam, saat itu dalam kondisi tertekan dan tersudut, aku lebih bisa merasakan “ideologisasi dan sence of belonging“ dan masih berefek sampai sekarang, dan aku masih lebih suka begitu,, namun kalau  caranya begitu-begitu saja memang tak akan berkembang, karna kami adalah bagian dari sistem itu dan seharusnya kita melebur. Dan membuat perubahan yang lebih baik. tapi,,, Seakan- akan aku ingin mengatakan, biarkan saja seperti 6 tahun silam tanpa ada “integrasi” yang selalu di gembar-gemborkan,, integrasi di atas kertas putih dan tak berefek!!!
Sebagian orang merasa pekerjaan integrasi ini sudah tuntas tapi menurutku belum, kalau mau kutanyakan, apa yang kita “integrasikan” ? Status? Tapi tak berpengaruh apa-apa?
Miris,,,
Sekarang, seperti “hidup segan mati tak mau”,,, ya, ada hanya untuk menjadikannya indah, ada hanya untuk menambal agar  telihat sempurna, tapi,,’sungguh” sangat konstan bahkan sepertinya tiarap,,,

Selalu berusaha untuk membuatnya tak konstan bahkan tiarap
Membutuhkan bantuan kalian kawan,,,
Lihatlah sebentar, pelajari, analisis, dan rasakan yang terjadi
Kalau ini integrasi,,, buatlah benar-benar terintegrasi
Bukan hanya sekedar kata,,,

Jumat, 02 November 2012

Aku dan Al-qur'anku

Standard
senyum indah nan menggemaskan dari anak berusia 7 tahun yang kutemui pagi hari di tanggal 11 dzulhijjah,,
aku : namanya siapa anak cantik?
anak perempuan : "hafidzah" ammah,,
aku : subhanalloh, nama yang baik sekali, semoga terkabul cita-citanya menjadi "hafiz"
anak perempuan : aamiin,,jzkllah ammah
aku : udah ampe mana hafalannya?
anak perempuan : alhamdulillah sudah hampir satu juz, juz 30, tinggal surat An Naba aja,,
ammanah tau ga hafidzah paling suka surat al mulk,, gini bunyinya ammah (mulai tasmi' dan aku menyimak,,,subhanlloh",,, sempat bertanya dalam hati bukannya surat al mulk di juz 29,, tapi tak apalah,, aku bahagia mendengarnya )

secara sepintas,, terkesan biasa bila mendengar dy telah menghafalkan 1 juznya, anak manapun bisa melakukan itu >> pendapat sebagian orang,,
tapi tidak untukku,, ini sebuah kebanggan yang besar ketika "30 juz" itu benar2 terselesaikan, maka hadiah terindahlah lah yang di daptkan kedua orang tuanya, sebuah "mahkota" penghargaan di padang masyar. penghargaan "mahkota" yang luar bisa dari Allah untuk orang tua yang bisa mendidik anak-anaknya menjadi hafidz/hafizah,,,
bagaimana denganku? tanda tanya besar yang menusuk langsung di jantung, hadiah apa yang bisa kuberikan untuk ayah dan ibuku di padang masyar nanti?
kulihat alqur'an yang sering menemaniku kemanapun,,sudahkah aku mencintai dan faham isinya, sudahkan aku faham dengan pedoman hidupku itu?
aku mencintai Allah dan Alqu'an yang di wahyukan, cinta Rasul dan segala Sunnahnya,,,

implementasinya ??sudah berpa juz yang kuhafalkan?sudah berapa ayat yang ku amalkan?
1 juz yang berarti untuk 29 juz berikutnya, dan ini awalan untuk hafidzah memulainya,,
dan suatu hari kelak ijinkan aku dan keturunanku untuk menghafal dan mengamalkan isi al-qur'an,,
harus dicoba dri sekarang,,kalau bukan sekarang kapan lagi,,

#Ijinkanlah,,,
semoga niat baik ini tertunaikan,,
insya Allah
_sore Jingga 02112012_
Jum'at Mubarok








 

Senin, 22 Oktober 2012

Kerja nyata

Standard
“tak usah menghiraukan kata orang” kata sangat gampang sekali untuk diucapkan,. Terenyuh dengan cerita realiatas yang kau tampakkan padaku saudaraku, aku kira selama ini baik-baik saja saat tak kutanya kabarmu, ternyata setelah bertemu dan bercerita banyak, banyak duka yang kau simpan, aku kira kau tak memerlukan aku lagi, seperti halnya saat yang lain ingin menunjukkan betapa hebatnya apa yang dia lakukan dihadapanku,,, dan sebenarnya aku tak butuh rasa hebat itu.
Aku terenyuh saat sesama kita saling mencurigai dan saling berkomentar dibelakang,,,
Aku suka blak blakan dan terus terang tanpa ada kebohongan, ketika tak suka katakan langsung tak suka, akan langsung membuatku sadar, tapi tidak seperti sekarang, bagaikan “memakan bangkai saudaranya sendiri” menyakitkan,,,
Bualan kata dan tanpa kerja nyata akupun tak suka, aku lebih suka diam dan tak berkomentar dan melakukan apa yang bisa aku lakukan sekrang,,, ya semaksimal aku bisa melakukannya.
Kata-kata itu tak perlu untuk motivasi, atau kau mau adu pintar dan sok tau, bagiku omong besar tanpa kerja nyata sama halnya dengan nol besar.
Atau perasaan ketidak sukaanmu pada seseorang yang membuat penyakit hati yang semakin berkarat,,, ini kerja dakwah dan untuk tujuan dakwah, tak usah kau campur adukkan dengn persaan ketidaksukaanmu pada seseorang, selagi kau bisa mengambil ilmu darinya, ambillah, manfatkanlah, bukannya malah mematikan gerak dan cara berfikirmu,,,
Bila ini untuk dakwah bisa kah kau mengalah dengan ketidak sukaanmu, karna kita butuh kerja nyata bukan hanya sekedar kata, apalagi kata “pokonya”. Kata yang mematikan kreatifitasmu untuk melangkah,,,
Sadarlah,, tak butuh bnyak kata dan komentar, buatlah yang terbaik, kerjakan semaksimalnya

18102012 
Arfah Harahap

SENTILAN

Standard

*Malam ini terdengar jelas teriakan “HMI berjaya” berulang-ulang kali di gedung Samantha krida, (sangat jelas terlihat),,, “HMI berjaya” sontaknya lagi berulang-ulang kali. aku masih kaku memandangi sosok al akh yang sangat jelas wajahnya kulihat saat itu,, aku kenal al akh itu,, dya hanya diam tak bisa berbuat apa-apa saat semuanya berteriak “ HMI berjaya”... dan aku tau bagaimana selama ini dia bergerak,,
Sontak, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku kaku,,ingin aku bergerak dan berlari kepodium untuk menghentikan teriakan itu,, aku kaku,, kakiku tak bergerak,, aku geram dan mulai geram melihat sosok al kah yang ekspresinya menunjukkan tak bisa berbuat apa-apa…
Aku mulai menangis, ketika semuanya berpihak pada organisasi ini, saat itu.. semua adalah mereka dan maba-maba polos yang tak tau apa-apa. Aku melihat dengan jelas mereka melakukan ideologisasi dan rekrutment besar-besaran,,, aku marah, aku berteriak dan kakiku masih tak bisa beranjak dari tempat aku berdiri,, “jangan pergi kemana-mana teriakku” ini belum berakhir, pilihlah dengn hati kalian, kalian punya pilihan tanpa ada rasa takut,,, masih teriakku,, maba-maba itu tak menggubris dan pergi bersama mereka dalam satu komando yang terartur dan dalam tekanan yang nyata,,,
Aku menangis, dan masih berteriak,, “BERHENTI” kataku..
Sesak rasanya dalam dada dan aku masih menangis,,,(tangisku bukan tangis biasa,, menangis benar-benar menangis dalam nyata),, aku memangis dan marah,, aku tak bisa bergerak, hanya berteriak,, al akh itupun tak melalukan apa-apa,,dia hanya diam,, dan aku geram,,
Aku menangis sejadi-jadinya,,  “Jangan pergi dan jangan takut!!! kataku
Saat tangisku tak terbendung, al akh mengatakan padaku,, tak usah menangis lagi karna kita sudah “MENANG SEKARANG”.
Aku diam sejenak dan memikirkan apa yang dia katakan,, “MENANG?? Kataku” penuh tanda tanya besar.
Katanya : iya, kita menanag,, “Lihatlah!!!”
Kulihat sosok-sosok polos itu bersamaku, dan berkata kau tak sendiri…
Tangisku bertambah jadi, dan sekarang aku memangis bahagia,,,

*Sebelum waktunya fajar menyingsing, Sebelum datangnya embun pagi bersahaja.. aku dibangunkan dengn mimpi yang membuat air mataku benar-benar keluar, sakitnya dan bahagianya benar-benar membuatku tak bisa berhenti memangis pagi itu.
Pagi Buta saat semuanya tertidur lelap, aku bangun dengan tangisanku dan basah sekujur tubuh,, 22 oktober 2012.
Tak tau ini hanya bunga tidur atau mimpi yang memberikan pertanda, tapi semoga ini pertanda besar,,, masih teringat tadabur qur’an sore sebelum mimpi aneh itu..
Kuatadaburi surat QS Al Hajj : 78
 “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong “

QS At Taubah 111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

QS Muhammad : 7 Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Aku haru saat bangun dari tangisku, ingat bahwa KEMENANGAN = PERJUANGAN + PENGORBANAN,,, Sudahkah kita melakukannya??
Berjuang dengan segala apa yang kita punya (hartamu, jiwamu, fikiranmu, tenagamu dan semua potensi yang ada dalm dirimu) sudahkan?
Sudahkan pengorbanan itu kita lakukan, pengorbanan dimana kau sampai merasakan “nyeess’ dalam dadamu,,
Jika belum,,, apakah kita bisa untuk duduk-duduk saja,, melihat dan berkomentar dengan apa yang terjadi,,,
Jika belum, mulailah, bergeraklah dan sadarlah bahwa kemenangan itu hanya milik Allah, mintalah, berusahalah, Raihlah kemenangan itu,,,Raihlah !!!!

*22 oktober 2012
Bangunku dari tangisku
Semoga ini pertanda baik ya Rabbi
Mencintai-Mu,,, berikan kami RahmatMu ya Rabb.

Kamis, 02 Agustus 2012

SALJU GURUN

Standard
Di Hamparan Gurun yang seragam
jangan lagi menjadi butiran pasir, sekalipun nyaman engkau ditengah sesamamu,
takkan ada yang tau jika kau melayang hilang

Di Lingkungan gurun yang serba serupa,
untuk apalagi menjadi kaktus,, sekalipun hijau warnamu
engkau tersebar dimana-mana
takkan ada yang menangis rindu jika kau mati layu

Di lansekap gurun yang maha luas, lebih baik tidak menjadi oase
sekalipun rasanya kau sendiri
burung yang terbang tinggi akan melihat kembaranmu disana sini

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi
Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu
angin malam akan menggigil melewatimu
oase akan jengah dan kaktus terperangah
semua butir pasir akan tau jika kau pergi atau sekedar bergerak dua inci
dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau buku dalam necaka
kau berani putih meski kau sendiri, karena KAU BERBEDA

Malang, 01082012
-Arfah- "satu-satunya"

Senin, 09 Juli 2012

TANAHKU

Standard
tanahku memanggilku untuk pulang
jerit kesakitnnya semakin jelas terdengar
anaknya bertingkah aneh sekarang
semakin terlihat, dan topeng pun akan tersibak
sombong membusungkan dadanya
senyum santai dibelakang kebohongannya
 pura-pura menangis karna merasa di Dzolimi
suka mengkritik sana sini tanpa ada solusi
dan makin dipanaskan dengan gosip murahan dan semakin panas
jelas-jelas terlihat bugil dan tak malu terlihat auratnya sana sini
tak ada malu, masih bisa tertawa bahkan menambahkan bumbu kebahongannya

tanahku tak sanggup lagi menampung kemunafikan ini
kataku : jual saja tanah ini, agar selesai masalah !!!
aku berfikir lagi,, kembali melihat mereka yang masih sudi memperbaiki
yang setia menanti 
yang berhusnudzon akan ada kabar gembira dan pertolongan yang hakiki.
dan Hidayah indah untuk tanahku ini.



Rabu, 20 Juni 2012

KADERKU SAYANG

Standard

Rasa bersalah yang tertoreh atas ketidakfahaman seorang kader terhadap fungsi dan perannya dalam dakwah. Bisa kah kau mengerti wahai kaderku sayang. Ini beban untukku ketika kau gagal menghadapi ujian yang silih berganti datang padamu, ketika kau jatuh dan memutuskan untuk mundur dan tak bersamaku lagi di jalan ini, kegagalan yang kuterima.. kegagalan sebagai seorang Qiyadah yang tak bisa memegang erat tanganmu dan merasakan apa yang kau rasakan di hari-hari sulitmu. Bisakah kita berbicara secara rasional tanpa ada emosi dan prasangka buruk..
Pertanyaan besarku adalah AKU kah yang salah atas semua kejadian ini?
Ketidak nyamananmu apakah aku penyebabnya?
Ketidak fahamanmu apakah karna ketidak pedulianku terhadapmu?
Bisakah kita berbicara dan mengevaluasi ini semua,, karna kumerasakan sakit sekarang
Mengeluh,, kata-kata yang membuatku jenuh dengan semua ini. Bisakah kita tidak membicarakan tentang kekecewaan dan kekecewaan. Membicarakan ketidaknyamanan ant dengan amanah dan patner ant,atau membicarakan kesalahan saudara kita, dan seolah-olah itu adalah permasalahan yang paling besar diantara kita..Bisakah kita bicara tentang solusi dan perbaikan. Bisakah kita bicara tentang jalan keluar dan titik terang atas permasalahan-permasalahan ini. mencari solusi ats kebimbingan hatimu.
Kalau kau bisa kecewa,, porsi kekecewaan itu harusnya lebih besar kurasakan
Kalau kau merasa sakit,, porsi sakit itu harusnya lebih besar kurasakan
Kalau kau lelah dan ingin pergi,, aku yakin akan ada penggantimu,, tapi bukan itu yang kuharapkan,, 

-20062012-
setelah lama tak mendengar kabar. _kaderku sayang "tak ada kata istirahat dalam dakwah" 
Kuatlah, ada Allah, ada Allah. Songsonglah Jannah 

Selasa, 19 Juni 2012

(Kaderisasi Adalah AKU) Yang mereka Butuhkan

Standard

Berangkat dari cita-cita luhur dan misi besar Iqomatuddin, ummat selalu merindukan celupan imaniyah dari para du’at. Ummat ini seakan kehilangan sosok untuk dijadikan teladan, kehilangan sosok untuk diminta pendapatnya, ummat ini terombang ambing dengan arus liberalisme, sosialisme, liberalisme, fenimisme dan faham-faham yang semakin menjauhkan ummat ini dari ajaran-ajaran islam yang mulia ini. maka tugas kitalah untuk melahirkan sosok-sosok yang bisa memberikan solusi atas permasalahan yang ada dengan solusi islam pastinya. Pertanyaan besarnya bagaimana caranya, apa solusinya. Tarbiyah ini mengajarkan kita bahwa ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk membentuk kader yang intelek, bermoral dan produktif. Yaitu :
1.      Manhaj yang shahih : kita telah mendaptkannya dari Kitabullah, sunnah, Sirah Rasulullah, hukum-hukum islam yang bersih dari segala bentuk bid’ah dan manipulasi.
2.      Perangkat yang komprehensif
3.      Pimpinan yang tegas dan terpercaya
Pertanyaan besarnya strategi besar apa yang bisa ana tawarkan dari kondisi kader sekarang ini :
1.      Perbaikan Pemikiran
Membentuk aqliyah islamiyyah (berfikir secara islam) dan butuh tsaqofah untuk membentuk aqliyah islamiyyah ini yaitu : Tsaqofah Islamiyah (pengetahuan islam) dan tsaqofah Ammah (pengetahuan umum). Tsaqofah islamiyah ini semestinya mempelajari AlQur’an, assunnah, Sirah Nabawiyah, kehidupan para sahabat, fiqih, usul fiqih, ilmu, aqidah, ilmu tazkiyah dan sistem-sistem islam. tsaqofah ammah seperti pengetahuan tentang kemanusiaan, sains, pengetahuan tentang realitas dan sejarah.
2.      Perbaikan kejiwaan
Membentuk kejiwaan secara islami, kejiwaaan islam ini adalah kejiwaan yang menggunakan naluri dan kecenderungan mengukuti hukum syara’. Kejiwaan yang mendapatkan fatwa islam dan berpegang teguh dengan fatwa yang ada. Maka ia tidak dikuasai oleh hawa nafsu atau dipimpin oleh syahwat atau oleh kepentingan.
Karna banyak masalah kader hanya berputar-putar pada masalah perasaan, kekecewaan yang terlalu dibesar-besarkan dengan kata “perasaan”. Tak sedikit pula masalh masalah yang ada di selesaikan dengan kata “perasaan” juga.
3.      Perbaikan pergerakan (Haraki)
Merupakan penyediaan kader dan latihannya dengan apa yang berhubungan dengan sudut harakah secara islami, serta apa-apa yang berhubungan dengan lingkungan dakwah, penyusunan (tarkib) serta maslahnya dengan mengkaji secara lebih baik melalui jalan-jalan ilmiah modern yang boleh kita pegang. Perbaikan haraki ini lebih merupakan latihan yang dilakukan oleh kader-kader dalam gerakan dakwahnya. Bagimana raelisis gerak dari apa-apa yang telah disyuro kan oleh kader. Karna tidak sedikt hasil syuro berbeda dengan realisasi di lapangan.

Dengan segala potensi, manhaj, sarana pendukung, sumberdaya yang ada sudah seharusnyalah kita bisa memaksimalkan gerak langkah kita, sistemnya sudah baik, manhajnya juga sudah jelas, alur kaderisasinya juga sudah teraahh dengan baik. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan yang sudah ada, memaksimalkan apa-apa yang sudah kita sepakati bersama.

Maksimalkan semua potensi yang ada
Berdayakan dan karyakan semua kader yang ada
Disiplin dalam menjalankan manhaj yang telah kita sepakati
Dan jangan lupa perbaiki silaturahim

Jangan sampai silaturahim kita hanya sebatas sms dan menanyakan kabar, karna intensitas pertemuan antara kader semakin berkurang, seolah-olah dunia maya bisa menyelesaikan semua. Pertemuan-pertemuan rutin kader seperti halaqoh, kajian, mabit, silaturahim harus bisa diintensan lagi.
Insya Allah kejayaan islam akan bangkit lagi, tinggal seberapa jauh kita mengambil peran dalam menyongsong kejayaan tersebut.

(Kaderisasi Adalah AKU) Amanat Pengkaderan

Standard

“kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (Ali Imran 110)
Ayat Allah yang cukup mengispirasi untuk melakukan perubahan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi untuk semesta alam ini. Bagaimana kita bisa memberikan kebermanfaatan buat ummat di semesta ini. Kata-kata yang juga sangat mengispirasi oleh ust Hasan Al Banna :
“… yang pertama kali Allah serukan kepada kalian adalah hendaknya kalian yakin akan eksistensi kalian, mengetahui posisi kalian, dan percaya bahwa kalian adalah pewaris kekuasaan dunia, meski musuh-musuh kalian menghendaki agar kalian tetap terhina. Kalian adalah para guru bagi dunia, meski pihak-pihak selain kalian berusaha untuk mengungguli dengan gebyar kehidupan dunia. Sesungguhnya, kesudahan terbaik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa”

Selanjutnya, hakikat utama sebelum kita melakukan sesuatu, sebelum membuat cita-cita yang besar adalah keimanan. Hasan Al Banna mengatakan:
“(wahai pemuda) perbaharuilah iman, kemudian tentukan sasaran dan tujuan langkah kalian. Sesungguhnya, kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan konsekuensi logis dari kesatuan adalah kemenangan yang gilang-gemilang. Oleh karenanya, berimanlah kalian, eratkanlah ukhwah, sadarilah dan kemudian tunggulah (setelah itu) datangnya kemenangan.”

Oleh karena itu, hakekatnya dakwah yang dibawa  adalah aktualisasi imani yang di manifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara teratur untuk mempengaruhi cara merasa (syu’ur), berfikir(fikrah), bersikap (mauqif), dan bertindak (suluk) manusia pada dataran kenyataan individual dan sosio-kultural dalam rangka mewujudkan ajaran islam dalam semua segi kehidupan  dengan menggunakan manhaj tertentu untuk mewujudkan cita-cita perjuangan.
Kata-kata yang cukup mengisnpirasi juga dari kaderisasi kammda terdahulu :
 ”Karena  aku ingin berubah
 memperbaiki diriku sendiri
 dan mengajak orang untuk sadar
 maka kaderisasi adalah aku”.
Ini merupakan cambuk besar bahwa dalam mengkader dibutuhkan ketauladanan yang kuat, sebelum mengajak orang lain kita harus bisa mencontohkan. Karna misi kita bukan misi sehari dua hari, atau misi perkara selesai sudah selesai. Bukan. karena misi kita adalah misi Iqomatuddin. Bagiamana Proyek Rasulullah ini “Iqomatuddin” bisa teralisasi. Dan kita mengambil bagian dalam proyek besar ini.  Sehingga kita selalu berupaya dalam kondisi siap untuk menjadi elemen dakwah yang dewasa dan dapat memberikan kontribusi yang besar pada dakwah Islam dalam tiga konsentrasi utama sebagai berikut :
1.      Kontribusi kuantitas kader untuk meningkatkan jumlah kader (da’i) gerakan dakwah Islam
2.      Kontribusi kualitas kader, melalui kemampuan meningkatkan kualitas kader gerakan dakwah dengan kekhasan kaderisasi yang  mampu menjadi wahana transformasi kader gerakan dakwah  dari kader mahasiswa (thulabiyah) menjadi kader masyarakat (sya’biyah),  profesional (mihaniyah), dan politik (siyasiyah)
3.      to build the competency atau pembangunan kompetensi  kader yang memiliki karakter secara khusus di bidang masing-masing.

Tiga Konsentrasi ini sudah tertuang di manhaj kaderisasi, tinggal bagaimana kita memaksimalkan apa saja yang sudah tertuang dalam manhaj. Merealisasikan apa yang telah kita sepakati untuk perbaikan kader. Beberapa hal yang menjadi catatan penting dalam proses kaderisasi adalah kurang memaksimalkan peran kader. Kita selalu berputar-putar pada orang yang itu-itu saja dengan dalih “biar cepat selesai”, dan kurang memperhatikan kondisi kader yang lain atau kurang mengasah tsaqofahnya, sehingga kader sering lupa belajar dari apa yang mereka kerjakan. Program kerja dan riayah pengkaderan  dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja tanpa ada pemaknaan untuk mengambil hikmah dan manfaatnya. Kita selalu berputar-putar dengan masalah-masalah kecil yang terlalu dibesar-besarkan dan pada akhirnya kita lupa dengan tujuan-tujuan starategis. 
Banyak permaslahan yang hanya berputar-putar pada persoalan "pesaaan". semua di kaitkan dengan perasaan. hal sepele yang ujung-ujungnya menimbulkan sakit hati. sangat tidak tidak bijak bila semua persolanan dan tantangan kita kaitkan dengan ant suka tidak suka. buka berakar pda Tsawabit dan mutaghoyyirotnya. msaih saja terjebak dengan ant suka tidak suka dengan sikap orang-orang yang bekerja dengan ant. padahal tak seorangpun yang bisa disamakan sifatnya dengan kita, semua punya keKhasan, kelemahan dan kekuatan masing-masing.
amanat pengkaderan ini misi besar, karna konsekuensinya langsung pada dzat yang memberikanmu nikmat. harusnya kita bertolak pada apa yang Allah suka dan tidak suka.

(Kaderisasi Adalah AKU) Awalan yang tak tau kapan kesudahannya

Standard
Dakwah KAMMI adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dipungkiri keberadaannya. Dakwah KAMMI merupakan bagian kecil dari bagian dakwah secara utuh, lahir dari nafas gerakan untuk kata perubahan, merubah untuk kondisi yang lebih baik lagi. Keberadaannya hadir bersama dengan keImanan seorang muslim yang meyakini Islam, risalah Rasulullah dan percaya akan pembalasan yang begitu dahsyat diakhir kelak. Bukan hanya membekali tentang bagaimana seharusnya politik itu berjalan namun ada hakikat yang lebih besar didandingkan hanya sekedar kata siyasah. Perjalanan memahami dakwah tak bisa hanya sehari dua hari atau sekali khatam membaca buku-buku tentang dakwah dan jihad. Lebih dari itu, kau yang mengalaminya sebagai bentuk tarbiyah, kau yang melakukannya sebagai konsekuensi apa yang kau pelajari, kau yang mengajarkannya sebagai bentuk dakwah bagi yang lain.
Bismillahirrahmanirrahim, kata pertama yang menjadi awalan untuk melangkahkan kaki untuk kata merantau dan merubah diri. Tak banyak bekal yang aku bawa namun yang sedikit ini memberikan kekuatan yang besar. Tak ada kata gentar dan takut, yang ada hanya kata-kata motivasi untuk meraih cita-cita. Malang, kota pertama aku menginjakkan kaki untuk kata merantau. Tempat pertama hanya ada aku dan diriku. Hanya ada aku dan cita-citaku tanpa ada seorangpun yang mengusik keberadaanku. Hanya ada aku dan kemandirianku. Enam tahun yang begitu mengispirasi. Namun enam tahun ini tidak ada apa-apanya dibandingkan perubahan dan pengorbanan yang telah ditorehkan oleh pendahulu-pendahulu dakwah ini. Enam tahun tentang mengukir sejarah tentang hidupku. Mungkin kata orang ini sesuatu yang biasa, tapi kataku ini luarbiasa, karna aku yang tau bagaimana aku menjalani proses ini. Tak banyak yang tau tapi aku tau pasti bagaimana perjalanan ini dimulai.
Tarbiyah, kata yang tak asing lagi bila diperdengarkan saat ini. Namun ini suatu proses belajar untuk merubah diri. Masih teringat jelas perkataan ayahku saat aku memutuskan untuk merantau.
“sudahlah mak, ga papa. Biarkan saja dia pergi merantau. Insya Allah kalau anak dah bisa sholat sendiri, insya Allah dia bisa hidup dimana saja, ga usah takut. Percaya aja dia ga akan buat yang macem-macem disana”

kata-kata yang cukup sederhana namun begitu berat untuk dipertanggungjawabkan. Kepercayaan dan keyakinan bahwa ada Allah yang akan menjagaku. Ada Allah yang akan menjadi sandaran hidupku. Dan keluarga yang pertama kali mengajarkan aku tentang ini. Apapun yang aku perbuat hanya Allah yang Tau. Cukup sederhana namun tetap membekas sampai hari ini.
“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)” QS Al Maidah 55.
Kata-kata dasar aqidah dan kepercayaan bahwa ada Allah yang selalu melihat apapun yang kita lakukan. Tanpa terkecuali, dan ini hanya sedikit awalan bahwa azzam “lillahi ta’ala itu bersemayam kuat dalam hati”

Kamis, 07 Juni 2012

d!sclaimer

Standard

Aku berkomentar bukan tanpa alasan, aku memberikan saran bukan tanpa pertimbangan,,,
Kenapa hal ini-ini saja yang menjadi diskusi kita,, dan cukup muak untuk membahas tentang ini..
hidup itu harus punya tujuan yang jelas, bukan sekedar hidup dan bukan sekedar kau bisa bernafas atau sekedar bisa makan.. hidup untuk merealisasikan kehendakNya. Semua tentang mempertemukan kehendakNya dan ikhtiarmu. 
menyalahkan diri bukan solusi kawan.
sudah kubilang ini bukan karna kesalahnmu,, tapi kau tetap menyalahkan dirimu dan berkurung dikamar seharian,, masihkah kau ingat saat perang Badar Rasulullah tak punya prediksi akan berperang, tapi hanya berniat penghambat khabilah dagang,, maju mundur pasti bertemu lawan, dan mau tidak mau memang akhirnya harus perang, bukan karna SDM yang banyak bersama Rasulullah saat itu karna mereka hanya 300 orang atau banyknya amunisi perang karna niat awalnya hanya menghambat khabilah dagang.. tapi dengan KeImanan yang mendalam, kedekatan dengan Penguasa Kehidupan mereka bisa Menang dengan lawan 1000 orang,,,
bukan hanya sekedar menang,, dan bukan juga sekedar kalah saat perang Uhud,,
lihat dan belajarlah...

sejarah itu pasti terulang, tinggal bagaimana kau bisa mengambil pelajaran
jatuh bangun itu biasa, rasa sakit itupun akan jadi nikmat saat kau tau arti kata syukur
kalau kau tak pernah gagal, kau tak akan pernah merasakan nikmatnya kemenangan
kalau kau tak pernah gagal kau tak akan pernah merasakan nikmatnya belajar
Allah lebih Tau, dan Allah yang memilih yang terbaik untukmu, untuk membuatmu lebih mengerti hakikat mensyukuri, berjuang, mengabdi dan bersabar.
Lihat dan belajarlah kawan.




Selasa, 15 Mei 2012

Amanah itu bernama Tanggung Jawab

Standard

Tak usah menyesal dengan pilihan yang kau buat, karna setiap pilihan pasti ada ganjarannya. Pun ketika kau menerima amanah ini. Ketika kemarin dan hari ini kau tidak melakukan apa-apa, kembalilah untuk memberikan kebermanfaatan. Karna ketika kau di berikan amanah ini, ini bukan sesuatu yang main-main, atau sesuatu yang kau ragukan keadaannya. Terimalah walau sesulit apapun menurutmu. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” QS 94 :5
Bila masih ada pertanyaan kau ragu untuk melakukan amanah ini, atau kau ragu amanah ini tak selevel dengnmu, maka beristigfarlah.. karna sekecil apapun yang diembankan padamu itu adalah amanah yang harus kau selesaikan dengan penuh tanggungjawab. “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain” QS 94:7
Kelihatan sangat simple dan sepele, tapi kalau tak kau selesaikan ??? apa yang akan kau pertanggungjawabkan nantinya? Kembalilah renungkan arti dari sebuah amanah,, hanya bagian kecil dari tanggungjawab.
Dan ketika kau tanya mengapa aku masih disini? Dengan kondisi yang memprihatinkan katamu, akan kujawab ini amanah yang diberikan padaku dan ini harus aku selesaikan dengn penuh pertanggungjawaban. Dan kenapa aku masih bertahan disini karna tujuanku adalah jadi penduduk resmi Surga.. aku takkan ragu dan takkan mundur kebelakang. Karna aku tau pasti konsekuensi ketika aku memilih ini.
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu, Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu” QS 94 :1-4

Bila kau anggap aku menemui kesulitan, pasti aku menemui itu, dan penghalang terbesarku adalah diriku sendiri,, dan penyemangatku untuk terus maju walaupun kadang terasa sakit tuk melihat realitas sebenarnya adalah diriku sendiri dan tujuan akhirku…
Mungkin aku akan menangis dengan ketidak pedulianmu dan azammu untuk meninggalkan ini, tapi mungkin aku akan tersenyum juga karna aku yakin akan ada penggantimu cepat atau lambat. Aku takkan takut ditinggal sendiri, karna ku yakin ada kekuatan besar yang akan membantuku untuk menyelesaikan ini semua.. ketika kau merasa tak menjadi apa-apa di amanahmu sekarang dan tak meresakan apa-apa dengan amanah yang kau emban sekarang, kembalilah bertanya pada dirimu Apakah masih ada rasa TANGGUNG JAWAB itu? Dan apakah/bagaimana kau akan mempertanggungjawabkan AMANAH  yang diberikan padamu ?

-Sore Jingga-
Masih dimalang

Selasa, 17 April 2012

Siasah II

Standard
Dari abu Abdullah Thariq bin Syihab Al Bajli Al Ahmasi ra. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. Dan ia meletakkan kakinya di sanggurdi “Jihad apa yang paling Utama?” Rasulullah saw menjawab “kata-kata benar dikemukakan kepada penguasa yang Zhalim”

Dakwah, kata sederhana namun penuh tantangan dalam implementasinya. Dakwah tidak hanya berbicara tentang kesukaanmu, hobymu atau sesuatu yang membuatmu bahagia. Tapi ini berbicara tentang hakikat kehidupan sebenarnya. Bukan hanya bicara tentang aku, kamu, atau kita. Tapi semuanya. Tentang semua apa yang ada di bumi dan langit untuk menTauhidkanNya. Bukan bicara kesenangan dunia semata tapi kehidupan kekal yang lebih bahagia nantinnya,,
Dakwah tak terlepas dari wilayah siasah. Memasuki wilayah siasah merupakan yang mesti dilalui oleh sebuah gerakan dakwah, terutama ketika system siasah mengalami kerusakan parah dan didominasi ideology dan system siasah yang bathil. Apakah kita masih gamang dengan kemestian ini, kemestian gerakan dakwah memasuki wilayah siasah ?
Sering dikatakan orang siasah bahwa siasah adalah dunia yang penuh ketegangan, intrik, dan kekerasan. Dunia konflik yang hingar bingar dan penuh tantangan. Dunia siasah juga dunia yang dekat dengan kekuasaan yang mengharuskan kecakapan berkomunikasi. Didalamnya terdapat berbagai bentuk dan sifat manusia serta arus pemikiran yang berbeda-beda dan berkembang sesuai ideology yang dipahaminya. Tidak dapat dielakkan juga akan berhadapan dengan berbagai pergulatan pemikiran, ide, komunikasi yang benar-benar menguras fikiranmu. Ya,, Benar - benar menguras fikiranmu. Bahkan tidak mustahil terjadi bentrok fisik dalam mempertahankan apa yang kita nilai benar.
Abu Ridha mengatakan “memasuki wilayah siasah sama artinya dengan memasuki wilayah komunikasi yang memerlukan kedewasaan dan kematangan jiwa” dalam memasuki sebuah dunia yang penuh tantangan itu diperlukan kesiapan psikologis para aktivisnya. Kesiapan psikologis dan kematangan jiwa tersebut tergambar dalam kondisinya ketika berjuang, pada saat meraih kemenangan, dan ketika menghadapi kekalahan.
Abu Ridha mengatakan juga
“ dalam berjuang, ia tetap menjaga posisinya sebagai pejuang sejati, tidak mudah terbawa arus sesaat. Dalam dirinya terus tumbuh optimism walaupun dihadapnnya terbentang tantangan yang sangat berat. Stabilitas kejiwaannya senantiasa teruji. Ketika memperoleh kemenangan ia tidak terbawa gempita euphoria. Ketika dilanda kekalahan ia tidak tenggelam dalam kesedihan dan kemurungan yang membuat frustasi. Tidak mengambinghitamkan siapapun dan tidak pula mengalami degradasi moral yang mengakibatkan keguncangan”
Apakah ini gambaran kita sekarang ikhwah??
Ketika berjuang, apakah kita berjuang dengan sekuat tenaga. Memaksimalkan semua kemampuan kita, atau kita hanya diam saja menunggu takdir Allah. Bukankah ketika dakwah ini adalah cinta, dy meminta segalanya darimu tanpa sisa,, semuanya… Hartamu, fikiranmu, waktumu, bahkan jiwamu !!!
Ketika kita menang, bagaimana sikap kita,,??
Masih ingat sirah tentang penaklukan Mekkah. Ketika islam meraih kemenangan ketika itu tidak ada penampakan euphoria, tidak ada penghinaan terhadap lawan yang dikalahkan, tidak ada lagu sorak-sorai bergembira yang berlebihan, apalagi nada-nada penghinaan terhadap yang dikalahkannya. Yang ada hanyalah Ucapan TASBIH dan ISTIGFAR… renungkan ikhwah,, hanya ada tasbih dan istigfar,,,
Saat kekalahan,, kesiapan psikologis sangat di butuhkan, bisakah kita menyikapi ini dengan kedewasaan. ayolah bangkit dan berGeraklah. Bukan saatnya lagi menangisi, menyesali, menyalahkan apa yang telah terjadi. Saatnya mengumpulkan kekuatan, fikiran, perbaiki pola komuniksai, Susun strategi, perbaiki ukhwah dan yang lebih penting perbaiki hubungan kita dengan Dzat yang memberikan kehidupan. Dan Allah tidak akan membiarkan para pejuangnya terus menerus dirundung kesedihan karena kekalahan dalam suatu pertempuran. Insya Allah, perkuat lagi “MENTAL” berjuang,, bangkitlah, berjuanglah, bergeraklah.. 
“jika kamu (pada perang Uhud) mendapt luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang badar) mendapt luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu  Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim” QS Ali Imran 140.

-Yang selalu Resah-

Selasa, 03 April 2012

30

Standard
semua jadi kacau balau tanpa ada penjelasan yang jelas, semuanya jadi seperti pahlawan bertopeng dengan banyak maksud dan tujuan yang terpendam.
malam itu, tepatnya tgl 30 aku sekali meneteskan air mata untuk negaraku yang bernama indonesia
sesak rasanya ketika melihat mereka cekcok dan bertengkar untuk mempertahankan ego mereka dan bukan untuk rakyat ini.
kami sedang di Dzolimi kataku, bukan wakil rakyat seperti ini yang kami inginkan.
dan sekali lagi kami sedang di dzolimi, kami di bohongi dengan kata2 penundaan dan angka kenaikan 15% selama 6 bulan,
seperti ada angin segar kalau tgl 1 april tak jadi BBM naik, tapi ini hnya di tunda

apakah kami anak bangsa sedang di bohongi oleh ayah dan ibu kami sendiri?
apakah kami anak bangsa sedang di ajari untuk tidak peduli dengan negara ini?
apakah kami di ajari tuk belajar menghabiskan uang kami tanpa memproduksi apapun dari sumberdaya yang ada di adam kami,,
dan kami di ajari untuk bodoh dan bergantung
kami di dzolimi

hari ini BBM mungkin besok mata air kami yang akan di kuasai,,


Selasa, 21 Februari 2012

Waspadalah !!

Standard

“Waspadalah !!! ada kalanya karena dari awal kita kurang kuat, niat kita kurang bulat, maka Allah tidak ridho dengan apa yang kita lakukan, dan dijadikan kita golongan yang tertinggal”
Cukup menohok bila membacanya lagi atau bahkan mendengar ulang kalimat diatas dari wanita tengah baya di hadapnku,, sindiran tajam yang membuatku ingat sampai sekarang,,
Apakah ini yang melemahkanku ?? rasanya ingin membela diri, bahkan memberikan komentar panjang, tapi tidak sepantansnyalah kita mencari-cari alasan atas apa yang kita lakukan,, bahkan saat apa yang kita lakukan itu memang tidak untuk diberi alasan.
lagi-lagi ini nasehat yang baik untuk pulih dari rasa keterpurukan,, tidak ada kata Bosan dalam dakwah ini dan tidak ada kata penyesalan menjalani ini semua, pilihannya adalah “ apabila kamu tidak disibukkan dalam kebaikan maka kamu akan disibukkan dalam kemaksiatan” hanya itu pilihannya,, dan tidak ada kata Bosan dan lelah ketika kita memilih kesibukan dalam kebaikan..
 “dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapakan persiapan untuk keberangkatan itu. Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keingingan mereka, dan dikatakan (kepada mereka) Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu” At Taubah 46
Fenomena Qu’ud menjadi fenomena yang tak terbantahkan pula, tidak terlibat dalam agenda dakwah, bergerak lambat dan tidak serius menjalankan agenda dakwah ini. mungkin kita terlalu banyak melakukan maksiat, banyak mengkonsumsi yang mubah, hati yang dikuasai dunia, tidak siap dengan tantangan dakwah yang setiap saat berfluktuasi dan yang paling parah lagi adalah tidak ada Niatan Jihad di hati kita.
Apakah kita akan menjadikan hati ini mati?
Apakah kita akan mendzolimi tubuh ini, dikala belum waktunya kita untuk istirahat kita melenakan anggota tubuh ini tuk istirahat,,
Apakah tidak ada lagi niatan di hatimu tentang Jihad,,
Bangunlah, bergeraklah !!! karna diam itu mati,,

Minggu, 12 Februari 2012

Revolusi Mental

Standard
Dengan visi dan misi yang mengakar, yang menisbatkan dirinya sebagai kader dakwah dan sebagai pengusung perubahan kearah yang lebih baik lagi, bukan saatnya lagi untuk mengeluh tentang apa fungsi diri dan apa yang harus dilakukan atau bahkan merengek tentang ketidak sukaanmu tentang suatu hal yang sifatnya bisa di selesaikan dengan kepala dingin dan kelapangan hati,,
sebagai seorang pengusung yang masuk ke dalam suatu pergerakan sudah seharusnyalah mengambil tempat menentang yang SALAH disekeliling kita. dengan kekuatan akhlakul karimah, kejujuran, Ruhiyah yang membara seharusnya ini menjadi bukti menghadapi kecemasan yang ada didalam hati, keDzoliman di depan mata dan semua hal-hal yang menyengsarakan ummat dengan pengorbanan harta dan jiwamu,,

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. QS At Taubah 111”

dirimu adalah cermin Izzah agama ini,, bagaimana caramu untuk mempertahankan Izzah ini?? 
masihkan kita bersedih dengan janji yang jelas-jelas akan di Tepati oleh Dzat yang tidak akan pernah ingkar dengan JanjiNya !!
move On!!
berubahlah,,

Kamis, 09 Februari 2012

Siasah

Standard
Suatu keniscayaan bahwa ketika kita masuk di ranah public kita akan mengurusi berbagai aspek- aspek yang menyangkut kesejahteraan masyarakat dan ini juga menyangkut aspek sosial dan politik. Proyek Rasulullah "IQomatuddin" menjadi Misi besar setiap pengusung dakwah, tak terkecuali. Ini menjadi tujuan besar kita dan Rasulullah menjadi inspirator yang tak pernah tergantikan dalam perjalanan dakwah ini. Namun dalam perjalanannya banyak tribulasi yang dihadapi untuk menghambat bahkan menghancurkan Proyek besar ini. Dalam buku “saat dakwah memasuki wilayah politik, Abu Ridha mengatakan :
“Patut diakui, akumulasi berbagai seruan yang menghantam secara bertubi-tubi sepanjang sejarah umat islam melahirkan kondisi dakwah yang berputar-putar di wilayah privat (domestic), tidak mampu menerobos wilayah public, terutama wilayah siasah yang amat strategis. Setiap kali dakwah mencoba memasuki wilayah public, terutama wilayah siasah, selalu dihadang berbagai kecurigaan dan stigma yang melahirkan ‘pembenaran’ terhadap sikap dan tindakan pengkriminalan gerakan dakwah. Gencarnya stigmatisasi yang diarahkan kepada para aktivis siasah atau gerakan dakwah yang memasuki wilayah siasah menyebabkan timbulnya salah persepsi pada sebagian aktivis islam bahwa gerakan dakwah tidak semestinya memasuki wilayah siasah”