Rabu, 05 Desember 2012

RUMPUT TETANGGA

Standard

“Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri”
Perumpamaan yang sering di pakai orang lain untuk mengekspresikan bahwa seharusnya kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. Kondisi masyarakat konsumtif suka sekali melakukan perumpamaan ini. Jelas karna faktor ekonomi yang menekan mereka, atau faktor kecemburuan sosial,,tapi lebih tepatnya faktor “tiarapnya ruhiyah”,,, istilah yang aneh mungkin, “ruhiyah kok tiarap”,,, percokolan antara nafsu dunia dengan realitas sebenarnya menjadi perbincangan yang riuh di dalam hati setiap orang,,,pingin sesuatu tapi ga punya uang, tetangga/orang lain punya duit dikit, atau lebih dari yang seharusnya jadi “iri, pingin dan jadi gosip sampah”
Knapa kita tak bisa bersyurur dengan apa yang kita punya, dan nikmati hidup kita bersama dengan orang lain, manfaatkan apa yang ada padamu, buatlah kebermanfaatan yang besar atas dirimu dan yang kamu miliki untuk orang disekitarmu…

“tidak boleh hasad kecuali pada ahli-Qur'an dan kepada ahli-sedekah” begitu disarikan dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim.
maka mendengar tilawah saudara lalu ghibthah (menginginkan) agar kita seperti itu, itu adalah sikap yang terpuji lagi baik, maka melihat sedekah saudara lalu ghibthah (menginginkan) agar kita sama sepertinya, itu pun sikap baik lagi terpuji, hasad boleh pada ahli-Qur'an dan ahli-sedekah, selainnya hasad terlarang, apalagi hasad pada kekayaan, hasad pada fisik? Naudzubillah

mensyukuri apa yang dimiliki, bersabar atas apa yang belum dipunyai semoga Allah pun selalu ridhai,,,

Syukurilah apa yang kita punya,
Sehijau hijaunya rumput tetangga, masih lebih halal dan lebih baik rumput sendiri, insya Allah,,,
“Be Positif Thingking”

arfah 06122012

SURAT RESIGN

Standard

Banyak orang mencari pekerjaan, dan butuh pekerjaan, tapi ada sebagian orang malah dengan gampangnya membuat surat resign, bukan perkara mau gaya-gayaan, dan bangga melakukan hal itu, tapi masya allah, cuaaapeknya luar biasa. Seperti kata syahrini “cetar membahana” hahaha.
Pekerjaan jadi accounting itu berat, perkara ngurusin duitnya orang. Klu duit kita sendiri mah, bisa kita atur sendiri. Klu ngitungin duit mah gampang aja, tinggal itung,,,
Udah 2 bulan, hidup rasanya stagnan, masuk jam 8 pulang jam 16, begitu setiap hari kek anak SMA, duduk di depan laptop, buat laporan (buat transaksi ampe arus kas) belum lagi ngurusin keuangan2 proyek, jadi ga ada kesempatan buat mejeng bentar, sekedar baca Koran ato buka tv satelit yang ada di kantor (eman banget ntu tv di beli tapi ga ada yg nonton).
Ke-STAGNANAN itu yang buat aku tuk mutusin resign dari ni kantor, bayangin aja,,, dr jam 8 ampe jam 16, duduk mengerjakan pekerjaan yang sama tiap hari, fikiran terfokus tuk menyelesaikan tugas kantor, sampai lupa klu masih punya amanah yang lain, “kaku banget dah ni hidup”. Pulang ngantor dah sore banget, bersih-bersih, sholat, makan, ba’da isya mesti udah sunyi aja ni kamar. Udah “pingsan aja, dah ga sadarin diri”. à klu ga lembur. Kalau lembur ga tidur, minum kopi,,, bosan,,bosan,
Kata emak “cintailah pekerjaanmu, namanya juga kerja, ya mesti begitu, kan perlu penyesuaian diri”
Bener juga ni kata emak, kapan lagi, dan mulailah mencoba lagi mencintai pekerjaan ini,,,,tapi,,,ya Robby, tetap aja lebih kuat azam tuk resign,,,
Memberanikan diri ngadep si bos n ngasi surat resign, boro2 di baca. Malah diriku di ancam “ancaman bahasa halus”
Si boz “kamu yang boleh keluar klu mb erni belum faham gimana laporan keuangan dan system keuangan yang kamu buat”
(dalam hati, emang urusan gue,,pan ntu laporan keuangan, laporan yang umum di buat di perusahaan2, dan gmana mb erni mau faham, lah dy anak mipa…hahahaha, )
Keluar dari kantor si bos dengan lemes,,, surat RESIGN ku di TOLAK,,,
Boro2 di baca ama sib boz, di sentuh aja ga ntu surat,,,

NB : “ngikutin nasehat emak, *CINTAILAH PEKERJAANMU
Innalloha ma’ana. Semoga berkah, rubah gaya kerja, “lurusin niat lagi euyy”.
HAMASAH arfah !!!!

Selasa, 04 Desember 2012

LELAKI SENJA

Standard

Ilustrasi gerak tubuh yang tak bisa ku terjemahkan sampai sekarang dan isyarat kata yang tak berujung, menjadikannya bisu dalam kalimat langsung tanpa makna sedikitpun
Lelaki senja, masih dalam ingatan yang tak bisa dihapus. Mungkin sampai sekarang. “Penasaran”,,,Cuma kata itu yang terlintas saat banyak berdiskusi tentang masalah kekinian, aku suka sharing dengannya, dy cerdas, kuakui sangat cerdas, apapun konteks pembicaraannya dy paham betul bagaimana menyelesaikannya, good brother kataku,,,
Entah apa yang dipikirkan lelaki senja saat itu, sekarang jam 09.00 waktu cairo. Dan dia hanya menghubungi ku untuk mengatakan, aku tak bisa on line sekarang, aku harus menemui dosenku katanya. Padahal aku tak berjanji dan tak pernah berjanji untuk sms, telpon atau untuk menulis email padanya apalagi online. Bisa kah ba’da asar nanti OL tanyanya padaku, jelas aku tak bisa karna pasti disini sudah sangat malam. Katanya ba’da asar waktu Indonesia saja,,,
Aku bertanya-tanya ada apa di ba’da asar waktu Indonesia… tapi aku tak menggubrisnya dan tak membalas smsnya, biaya sms Indonesia luar negri cukup mahal bagi seorang mahasiswa…
Tepat ba’da asar waktu Indonesia, rasa penasaranku menyeret aku untuk OL. Tak ada tanda-tanda dia akan OL, sebaiknya aku pulang karna aku tak suka bau asap rokok yang menyelimuti ruangan kecil bernama “warnet” ini. Tanpa pikir panjang, kulangkahkan kaki, karna tak ada yang penting bagiku,,, hanya ada rasa penasaran…
Perbincangan tentang perang teluk, 2 minggu yang lalu menjadi penutup perbincangan sebelum sms singkat tadi pagi,,, aku masih penasaran dengan sms singkatnya tadi pagi tapi sekarang tanpa reaksi apa-apa di ba’da asar waktu Indonesia.
Tepat 16.30 waktu Indonesia, bisakah OL? Ana tunggu.. hanya itu.
(sebenarnya malas tuk balik ke warnet, maleesss adalah ekspresi yang paling bisa menggambarkan situasi saat itu,,,garuk-garuk kepala padahal tak ada yang gatal,,,dan maleessss!!!)
Entah angin apa yang membuatku untuk melangkah, tapi niatku hanya “membantu, siapa tau ada masalah dan hanya aku yang bisa membantunya” only that,,
Kulangkahkan lagi kaki kecilku ke bilik sempit bernama warnet tapi sekarang tanpa asap rokok,,
Lelaki senja, ada apa dengannya, begitu pentingkah ? rasa penasaranku,,,
Tak banyak yang dibicarakan saat itu,  *padat,singkat, jelas dan penuh tanda Tanya yang besar, hanya 30 menit untuk waktu berbincang,,, banyak keraguan, banyak diam dan banyak rasa takut di perbincangan 30 menit di bulan april yang tak bekesudahan…
Banyak pertanyaan yang dilontarkan dan tak banyak jawaban yang diberikan
Ada harapan yang dipinta, tapi tak bisa kutunaikan.
Aku pulang dengan muka pucat dan kaku, isi otakku penuh dengan tanda Tanya, aku diam mencari jawaban, dan diam juga atas semua pertanyaan… bisa dibilang “ april kaku” …
*apakah anti dalam proses khitbah?
(5 menit yang dingin,benar-benar dingin. Aku diam, tanganku mengusap2 mukaku dan kembali terpana dengan kata2 *apakah anti dalam proses khitbah? Banyak kalimat yang di utarakan setelah kalimat itu, tapi aku terpaku dengan 1 kata yang tak bisa di jawab di 5 menit pertama bersamanya)
Hanya jawaban “tidak” dan untuk semua jawaban atas pertanyaan setelahnya, kecuali “sebaris doa sepanjang nama panjang”.

Malang, 15 april 2008
“sebaris doa sepanjang nama panjang”


Jumat, 30 November 2012

DAKWAH KONSTAN

Standard

Tak ada yang berubah sejak 6 tahun yang lalu,,, permasalahan yang di hadapi ya yang begitu-begitu saja. Jatuh dan terjebak dalam permasalahan yang sama. Tak ada yang berubah, kalua pun berubah hanya sedikit perubahan dan akan kembali lagi ke kondisi awal.
Aku pernah merasakan perubahan yang membuat ini menjadi dakwah konstan, “Ada, tak ada, tak berefek apa-apa” dan setelah itu menjadi benar-benar dakwah konstan.
6 tahun silam, saat itu dalam kondisi tertekan dan tersudut, aku lebih bisa merasakan “ideologisasi dan sence of belonging“ dan masih berefek sampai sekarang, dan aku masih lebih suka begitu,, namun kalau  caranya begitu-begitu saja memang tak akan berkembang, karna kami adalah bagian dari sistem itu dan seharusnya kita melebur. Dan membuat perubahan yang lebih baik. tapi,,, Seakan- akan aku ingin mengatakan, biarkan saja seperti 6 tahun silam tanpa ada “integrasi” yang selalu di gembar-gemborkan,, integrasi di atas kertas putih dan tak berefek!!!
Sebagian orang merasa pekerjaan integrasi ini sudah tuntas tapi menurutku belum, kalau mau kutanyakan, apa yang kita “integrasikan” ? Status? Tapi tak berpengaruh apa-apa?
Miris,,,
Sekarang, seperti “hidup segan mati tak mau”,,, ya, ada hanya untuk menjadikannya indah, ada hanya untuk menambal agar  telihat sempurna, tapi,,’sungguh” sangat konstan bahkan sepertinya tiarap,,,

Selalu berusaha untuk membuatnya tak konstan bahkan tiarap
Membutuhkan bantuan kalian kawan,,,
Lihatlah sebentar, pelajari, analisis, dan rasakan yang terjadi
Kalau ini integrasi,,, buatlah benar-benar terintegrasi
Bukan hanya sekedar kata,,,

Jumat, 02 November 2012

Aku dan Al-qur'anku

Standard
senyum indah nan menggemaskan dari anak berusia 7 tahun yang kutemui pagi hari di tanggal 11 dzulhijjah,,
aku : namanya siapa anak cantik?
anak perempuan : "hafidzah" ammah,,
aku : subhanalloh, nama yang baik sekali, semoga terkabul cita-citanya menjadi "hafiz"
anak perempuan : aamiin,,jzkllah ammah
aku : udah ampe mana hafalannya?
anak perempuan : alhamdulillah sudah hampir satu juz, juz 30, tinggal surat An Naba aja,,
ammanah tau ga hafidzah paling suka surat al mulk,, gini bunyinya ammah (mulai tasmi' dan aku menyimak,,,subhanlloh",,, sempat bertanya dalam hati bukannya surat al mulk di juz 29,, tapi tak apalah,, aku bahagia mendengarnya )

secara sepintas,, terkesan biasa bila mendengar dy telah menghafalkan 1 juznya, anak manapun bisa melakukan itu >> pendapat sebagian orang,,
tapi tidak untukku,, ini sebuah kebanggan yang besar ketika "30 juz" itu benar2 terselesaikan, maka hadiah terindahlah lah yang di daptkan kedua orang tuanya, sebuah "mahkota" penghargaan di padang masyar. penghargaan "mahkota" yang luar bisa dari Allah untuk orang tua yang bisa mendidik anak-anaknya menjadi hafidz/hafizah,,,
bagaimana denganku? tanda tanya besar yang menusuk langsung di jantung, hadiah apa yang bisa kuberikan untuk ayah dan ibuku di padang masyar nanti?
kulihat alqur'an yang sering menemaniku kemanapun,,sudahkah aku mencintai dan faham isinya, sudahkan aku faham dengan pedoman hidupku itu?
aku mencintai Allah dan Alqu'an yang di wahyukan, cinta Rasul dan segala Sunnahnya,,,

implementasinya ??sudah berpa juz yang kuhafalkan?sudah berapa ayat yang ku amalkan?
1 juz yang berarti untuk 29 juz berikutnya, dan ini awalan untuk hafidzah memulainya,,
dan suatu hari kelak ijinkan aku dan keturunanku untuk menghafal dan mengamalkan isi al-qur'an,,
harus dicoba dri sekarang,,kalau bukan sekarang kapan lagi,,

#Ijinkanlah,,,
semoga niat baik ini tertunaikan,,
insya Allah
_sore Jingga 02112012_
Jum'at Mubarok








 

Senin, 22 Oktober 2012

Kerja nyata

Standard
“tak usah menghiraukan kata orang” kata sangat gampang sekali untuk diucapkan,. Terenyuh dengan cerita realiatas yang kau tampakkan padaku saudaraku, aku kira selama ini baik-baik saja saat tak kutanya kabarmu, ternyata setelah bertemu dan bercerita banyak, banyak duka yang kau simpan, aku kira kau tak memerlukan aku lagi, seperti halnya saat yang lain ingin menunjukkan betapa hebatnya apa yang dia lakukan dihadapanku,,, dan sebenarnya aku tak butuh rasa hebat itu.
Aku terenyuh saat sesama kita saling mencurigai dan saling berkomentar dibelakang,,,
Aku suka blak blakan dan terus terang tanpa ada kebohongan, ketika tak suka katakan langsung tak suka, akan langsung membuatku sadar, tapi tidak seperti sekarang, bagaikan “memakan bangkai saudaranya sendiri” menyakitkan,,,
Bualan kata dan tanpa kerja nyata akupun tak suka, aku lebih suka diam dan tak berkomentar dan melakukan apa yang bisa aku lakukan sekrang,,, ya semaksimal aku bisa melakukannya.
Kata-kata itu tak perlu untuk motivasi, atau kau mau adu pintar dan sok tau, bagiku omong besar tanpa kerja nyata sama halnya dengan nol besar.
Atau perasaan ketidak sukaanmu pada seseorang yang membuat penyakit hati yang semakin berkarat,,, ini kerja dakwah dan untuk tujuan dakwah, tak usah kau campur adukkan dengn persaan ketidaksukaanmu pada seseorang, selagi kau bisa mengambil ilmu darinya, ambillah, manfatkanlah, bukannya malah mematikan gerak dan cara berfikirmu,,,
Bila ini untuk dakwah bisa kah kau mengalah dengan ketidak sukaanmu, karna kita butuh kerja nyata bukan hanya sekedar kata, apalagi kata “pokonya”. Kata yang mematikan kreatifitasmu untuk melangkah,,,
Sadarlah,, tak butuh bnyak kata dan komentar, buatlah yang terbaik, kerjakan semaksimalnya

18102012 
Arfah Harahap

SENTILAN

Standard

*Malam ini terdengar jelas teriakan “HMI berjaya” berulang-ulang kali di gedung Samantha krida, (sangat jelas terlihat),,, “HMI berjaya” sontaknya lagi berulang-ulang kali. aku masih kaku memandangi sosok al akh yang sangat jelas wajahnya kulihat saat itu,, aku kenal al akh itu,, dya hanya diam tak bisa berbuat apa-apa saat semuanya berteriak “ HMI berjaya”... dan aku tau bagaimana selama ini dia bergerak,,
Sontak, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku kaku,,ingin aku bergerak dan berlari kepodium untuk menghentikan teriakan itu,, aku kaku,, kakiku tak bergerak,, aku geram dan mulai geram melihat sosok al kah yang ekspresinya menunjukkan tak bisa berbuat apa-apa…
Aku mulai menangis, ketika semuanya berpihak pada organisasi ini, saat itu.. semua adalah mereka dan maba-maba polos yang tak tau apa-apa. Aku melihat dengan jelas mereka melakukan ideologisasi dan rekrutment besar-besaran,,, aku marah, aku berteriak dan kakiku masih tak bisa beranjak dari tempat aku berdiri,, “jangan pergi kemana-mana teriakku” ini belum berakhir, pilihlah dengn hati kalian, kalian punya pilihan tanpa ada rasa takut,,, masih teriakku,, maba-maba itu tak menggubris dan pergi bersama mereka dalam satu komando yang terartur dan dalam tekanan yang nyata,,,
Aku menangis, dan masih berteriak,, “BERHENTI” kataku..
Sesak rasanya dalam dada dan aku masih menangis,,,(tangisku bukan tangis biasa,, menangis benar-benar menangis dalam nyata),, aku memangis dan marah,, aku tak bisa bergerak, hanya berteriak,, al akh itupun tak melalukan apa-apa,,dia hanya diam,, dan aku geram,,
Aku menangis sejadi-jadinya,,  “Jangan pergi dan jangan takut!!! kataku
Saat tangisku tak terbendung, al akh mengatakan padaku,, tak usah menangis lagi karna kita sudah “MENANG SEKARANG”.
Aku diam sejenak dan memikirkan apa yang dia katakan,, “MENANG?? Kataku” penuh tanda tanya besar.
Katanya : iya, kita menanag,, “Lihatlah!!!”
Kulihat sosok-sosok polos itu bersamaku, dan berkata kau tak sendiri…
Tangisku bertambah jadi, dan sekarang aku memangis bahagia,,,

*Sebelum waktunya fajar menyingsing, Sebelum datangnya embun pagi bersahaja.. aku dibangunkan dengn mimpi yang membuat air mataku benar-benar keluar, sakitnya dan bahagianya benar-benar membuatku tak bisa berhenti memangis pagi itu.
Pagi Buta saat semuanya tertidur lelap, aku bangun dengan tangisanku dan basah sekujur tubuh,, 22 oktober 2012.
Tak tau ini hanya bunga tidur atau mimpi yang memberikan pertanda, tapi semoga ini pertanda besar,,, masih teringat tadabur qur’an sore sebelum mimpi aneh itu..
Kuatadaburi surat QS Al Hajj : 78
 “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong “

QS At Taubah 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

QS Muhammad : 7 Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Aku haru saat bangun dari tangisku, ingat bahwa KEMENANGAN = PERJUANGAN + PENGORBANAN,,, Sudahkah kita melakukannya??
Berjuang dengan segala apa yang kita punya (hartamu, jiwamu, fikiranmu, tenagamu dan semua potensi yang ada dalm dirimu) sudahkan?
Sudahkan pengorbanan itu kita lakukan, pengorbanan dimana kau sampai merasakan “nyeess’ dalam dadamu,,
Jika belum,,, apakah kita bisa untuk duduk-duduk saja,, melihat dan berkomentar dengan apa yang terjadi,,,
Jika belum, mulailah, bergeraklah dan sadarlah bahwa kemenangan itu hanya milik Allah, mintalah, berusahalah, Raihlah kemenangan itu,,,Raihlah !!!!

*22 oktober 2012
Bangunku dari tangisku
Semoga ini pertanda baik ya Rabbi
Mencintai-Mu,,, berikan kami RahmatMu ya Rabb.

Sabtu, 01 September 2012

KETENANGAN ??

Standard
Entah apa yang hilang, tapi rasanya ada yang hilang,,, menguap dan tak bersisa,,
ada kekosongan dalam jiwa, apakah ruh ini sedang kering? ato ini pertanda bahwa aku sedang lalai dari dakwah, menjauh dan semakin menjauh rasanya,,, ingat sabda rasulullah "kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan" (HR. Al Hakim).

gelisah dan tak tenang apakah ini juga pertanda amal yang dilakukan selama ini tak berdampak dan bermanfaat sama sekali, astagfirullah,,, ampuni aku ya rabb
inikah peringatan,, ketika diriku dilalaikan dengan urusan dunia yang tak banyak memberikan manfaat bagiku.. lupa akan esensi sebenarnya tentang arti hidup dan beribadah,, ya Allah Rabby, diingatkan lagi aku dengn sabda rasulmu "hendaklah di antara kalian mengadukan segala urusannya hanya kepada Allah saja, walaupun tali sandal yang putus." (HR. Tirmidzi)

lalai ? lupa esensi ? astagfirulloh. dimanakah peraduanku selama ini,, jauhkah?? jangan cabut hidayah itu ya rabb, hanya kepadamu kami menggantungkan semuanya, hanya padamu kami memasrahkan diri,,, jauhkan kami dari sifat kufur nikmat, jadikan kami sebagai hamba-hamba yang selalu mensyukuri nikmat yang Engkau berikan.

"Lihatlah orang yang di bawahmu, dan janganlah lihat orang diatasmu, agar engkau tidak meremehkan karunia Allah." (HR. Bukhari Muslim)

Arfah

Jumat, 17 Agustus 2012

LEBARAN TANPA IBU

Standard
13 agustus tepatnya jam 5.30 WIB aku di sms geng JB,,, setelah berita gembira datang atas kelahiran putri pertama si Rahma, sontak kabar ini menjadi suka dan duka, antara senang campur sedih dihari yang sama.
innalillahi wa inna ilahi roji'un, telah meninggal dunia ibunda tercinta tadi pagi karna skit, maafkan kalau mamanya pebri banyak salah selama ini.

tahun kemarin masih bertemu dengan sosok yang kami sayangi itu, ibu dari JB sudah kita anggap seperti ibu kita sendiri. masih banyak pelajaran yang harus digali darinya, tapi sekarang dy sudah tak ada, pernah dia berkata, aku harus banyak belajar lagi, masih banyak yang belum aku ketahui dan aku pelajari,
rasa kangen itu masih kental di dada ini, sifatnya yang penyayang dan suka tersenyum membuatku rindu padanya, terakhir lebaran tahun kemarin saat silaturahim kerumahnya dan tahun ini tak berjumpalagi dengnnya, lebaran tanpamu Ibu, semoga Allah memberikanmu tempat sebaik2 tempat, dan semoga khusnul khotimah ya bun,, anak2mu khususnya JB selalu mendoaknmu,,

yang mencintaimu selalu
arfah n geng JB

Kamis, 02 Agustus 2012

SALJU GURUN

Standard
Di Hamparan Gurun yang seragam
jangan lagi menjadi butiran pasir, sekalipun nyaman engkau ditengah sesamamu,
takkan ada yang tau jika kau melayang hilang

Di Lingkungan gurun yang serba serupa,
untuk apalagi menjadi kaktus,, sekalipun hijau warnamu
engkau tersebar dimana-mana
takkan ada yang menangis rindu jika kau mati layu

Di lansekap gurun yang maha luas, lebih baik tidak menjadi oase
sekalipun rasanya kau sendiri
burung yang terbang tinggi akan melihat kembaranmu disana sini

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi
Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu
angin malam akan menggigil melewatimu
oase akan jengah dan kaktus terperangah
semua butir pasir akan tau jika kau pergi atau sekedar bergerak dua inci
dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau buku dalam necaka
kau berani putih meski kau sendiri, karena KAU BERBEDA

Malang, 01082012
-Arfah- "satu-satunya"